Senyum&Larangan Bersedih
Bersedih itu sangat dilarang.ini ditegaskan dalam firman Allah yg berbunyi.
"Janganlah kamu bersikap lemah , Jangan pula kamu bersedih hati"
"Janganlah kamu bersikap lemah , Jangan pula kamu bersedih hati"
kita di sunnahkan untuk selalu bersikap sopan santun dan memberikan senyuman ketika bertemu dengan saudara kita sesama manusia karena Senyum itu Adalah Ibadah.
Subhanallah, betapa mulianya sebuah senyuman. tersenyumlah kawan, karena senyum itu adalah termasuk ibadah , “ Tersenyum ketika bertemu dengan saudara adalah termasuk ibadah.”(Al Hadits)
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“
Diriwayatkan At-Tirmidzi, Al-Husein Radliyallahu’anhu, cucu Rasulullah SAW menuturkan keluhuran budi pekerti beliau. Ia berkata, ”Aku bertanya kepada Ayahku tentang adab dan etika Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam terhadap orang-orang yang bergaul dengan beliau. Ayahku menuturkan, ‘Beliau Shallahu ‘alaihi wa Sallam senantiasa tersenyum, berbudi pekerti lagi rendah hati, beliau bukanlah seorang yang kasar, tidak suka berteriak-teriak, bukan tukang cela, tidak suka mencela makanan yang tidak disukainya. Siapa saja mengharapkan pasti tidak akan kecewa dan siapa saja yang memenuhi undangannya pasti akan senantiasa puas…..” (Riwayat At-Tirmidzi)
“ Sesungguhnya barang siapa di karunia sifat lemah lembut maka ia telah diberi bagian dunia dan akhirat.Silaturrahmi, Akhlak yang baik dan berbuat baik kepada tetangga akan memakmurkan dunia dan menambah usia.( H.R. Ahmad ).
Aisyah Radliyallahu’anha mengungkapkan, ”Adalah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam ketika bersama istri-istrinya merupakan seorang suami yang paling luwes dan semulia-mulia manusia yang dipenuhi dengan gelak tawa dan senyum simpul.” (Hadits Riwayat Ibnu Asakir)
1. Ibadah – Senyum adalah ibadah. Orang yang murah senyum kepada sesama akan mendapatkan pahala dari Allah Swt. Sebab, senyum yang berangkat dari ketulusan hati merupakan sedekah. ”Senyummu terhadap saudaramu adalah kebajikan.” (HR At-Tirmidzi).
2. Percepat Kesembuhan — Melalui senyum dan tawa, banyak pasien tua dan kanak-kanak berhasil disembuhkan, atau sembuh dengan sendirinya. Jika tersenyum, otak mereka mengeluarkan seretonin yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
3. Angkat Kondisi Psikologis — Mengutip hasil kajian pakar kesehatan, majalah Psychology Today pernah menyiarkan, ketika seseorang tersenyum, betapapun sedang tidak bahagianya dia, otaknya akan mengeluarkan sejumlah zat kimia yang tak hanya meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tapi juga memberi daya angkat bagi kondisi psikologis seseorang, semacam “alat pengangkat beban jiwa”. Lebih menakjubkan lagi, dari riset itu juga diketahui, biarpun hanya diinstruksikan menampilkan wajah tersenyum, seseorang akan memperoleh manfaat psikologis yang sama dengan orang yang sungguh-sungguh tersenyum.
Ulasan
Catat Ulasan